Senin, 19 Mei 2014

Garcia: Juve Itu? Unik

Rudi Garcia saat memberikan salam kepada Antonio Conte (Foto: Ist)Rudi Garcia saat memberikan salam kepada Antonio Conte (Foto: Ist)ROMA – Juventus mampu memecahkan rekor 100 poin Serie A, dan menutup musim dengan 102 poin. Pencapaian ini mendapatkan banyak pujian dari berbagai pihak, termasuk salah satunya dari sang rival yang sebelumnya mengkritik Nyonya Tua, Roma.

Allenatore I Giallorossi, Rudi Garcia pun mengibaratkan Juventus dengan satu kata, yakni unik. Ya, kali ini eks pelatih OSC Lille itu tak mengkritik Gianluigi Buffon dkk melainkan memberikan pujian karena meraih poin yang tak mungkin terjadi lagi di masa yang akan datang.

“Kami tak akan melihat pemuncak klasemen seperti Juventus lagi untuk waktu yang sangat lama, mendapatkan 100 poin itu unik. Musim depan hal baru, kami hanya harus fokus dan klub juga ingin membuat skuad yang kompetitif,” ujar Garcia kepada Sky Sport Italia, Senin (19/5/2014).

“Serie A sangat kompetitif, jadi kami harus memastikan, dapat bertarung di Serie A dan juga Liga Champions,” imbuhnya.

Garcia pun membandingkan ketatnya kompetisi Serie A dengan kompetisi di Jerman (Bundesliga) dan Spanyol (La Liga). Dimana jumlah kompetitor untuk meraih trofi lokal, dapat dihitung dengan jari.

“Di Jerman dan Spanyol, hanya ada beberapa tim yang benar-benar dapat bertarung untuk titel atau bahkan Liga Champions. Namun di Italia, ada Juventus, Roma, Napoli, Milan, Inter dan Fiorentina, plus elemen kejutan yang sering terjadi,” tambah Garcia. (fir)

Sumber: Garcia: Juve itu? Unik

CEO Pastikan Juve Kejar Sanchez

Alexis Sanchez menjadi target utama Juventus untuk musim depan (Foto: Ist)Alexis Sanchez menjadi target utama Juventus untuk musim depan (Foto: Ist)TURIN – Juventus mengakhiri musim 2013/2014 dengan menorehkan rekor 102 poin dan meraih tiga scudetto secara beruntun. Wacana untuk menambah kekuatan tim pun sudah terlebih dahulu diungkapkan CEO klub, Beppe Marotta yang ingin mendatangkan Alexis Sanchez.

Ya, kabar diincarnya winger Barcelona tersebut memang sudah lama merembak. Namun, baru kali ini Marotta mengungkapkan langsung kepada publik melalui Sky Sport, Senin (19/5/2014). Bahwa ia menginginkan jasa Sanchez yang dapat bermain di beberapa posisi aliasversatile player.

“Kami mencari pemain serba bisa yang dapat bermain di beberapa posisi. Kami mencari penyerang lincah yang dapat melebar. Kami ingin memiliki pemain seperti Sanchez, namun tidak ada pemain sepertinya saat ini,” ucap Marotta.

“Dan kami tak boleh lupa, Barcelona membuat investasi besar untuk mendapatkannya. Namun saya ulangi, Alexis seorang pemain yang ingin kami miliki,” tambahnya.

Nama Alexis Sanchez memang bukan nama baru lagi di Serie A. Ia pernah memperkuat Udinese dari tahun 2006-2011, sebelum akhirnya hijrah ke raksasa katalan. Tak hanya seputar Sanchez, Marotta juga membahas Antonio Conte yang telah memberi tiga gelar scudetto beruntun untukNyonya Tua, namun belum menentukan seputar masa depannya.

“Saya selalu katakan hubungan dengan Conte luar biasa hebat. Kami menganggapnya sebagai pelatih hebat dan berharap dapat melanjutkan kerjasama dengannya. Meski begitu, ada beberapa isu yang harus diklarifikasi sebelum pengumuman diumumkan minggu-minggu mendatang,” pungkas Marotta. (fir)

Sumber: CEO Pastikan Juve Kejar Sanchez

[50 Legends] Antonio Conte : “Jika Ingin Bersenang-senang, Pergi Ke Taman!”

Ini adalah sebuah kisah yang penulis yakini hanya akan anda temui di Juventus.
“Antonio akan menjadi pelatih yang hebat”  Comosino
Pernyataan ini selalu diungkapkan oleh Comosino, ayah dari Antonio Conte dalam berbagai kesempatan, bahkan jauh sebelum Conte memulai karir sebagai seorang pelatih. Pernyataan singkat yang bisa kita artikan sebagai doa, harapan dan impian dari seorang ayah yang kini telah menjadi kenyataan. Keyakinan dari seorang yang melihat anaknya sejak umur 3 tahun sudah menemaninya melatih sebuah tim sepakbola amatir di kota Lecce. Disamping menjalankan usaha rental mobil di kota Lecce, Comosino juga menjadi presiden, manager sekaligus pelatih dari sebuah tim amatir di Lecce. Bukan kebetulan juga, tim ini bernama Juventina di Lecce. Sejak usia 9 tahun Antonio Conte cilik ikut memperkuat tim yang seragamnya pun berwarna hitam putih ini. Bahkan pada saat Conte baru berusia 10 tahun sebuah harian olahraga mengadakan lomba menggambar pemain sepakbola yang menjadi idola anak-anak. Conte cilik ikut dalam lomba ini dengan menggambarkan Roberto Bettega, idola masa kecilnya. Tidak terhitung berapa banyak poster Juventus yang tertempel di kamar Conte. Antonio Conte adalah seorang Juventino sejak masa kanak-kanak. Tidak heran jika dalam perkembangannya Conte mengatakan sesuatu yang kemudian menjadi kenyataan.
“Saya ingin menghabiskan karir sepakbola hanya dalam dua seragam. Lecce & Juventus.” Antonio Conte
Pada usia 14 tahun, Antonio Conte bergabung dengan akademi pemain muda Lecce. Mengapa Lecce? Karena di kota ini lah Conte dan keluarga besarnya tinggal. Saat mendapatkan bayaran pertamanya dari Lecce, apakah yang dibeli Conte? Sebuah sepeda motor Vespa bekas yang kemudian digunakannya selama bertahun-tahun mendatang. Dua tahun kemudian, tepatnya 6 April 1986, Eugenio Fascetti menurunkan Conte di sisa 10 menit menghadapi Vanoli. Conte yang saat itu belum genap berusia 17 tahun memulai debutnya sebagai pesepakbola profesional di Serie A. Sekedar catatan, Fascetti merupakan pelatih yang terkenal jeli melihat potensi pemain muda. Pemain lain yang diorbitkan oleh Fascetti dikemudian hari adalah Antonio Cassano.
Antonio Conte – Piala Dunia 1994
Kebahagiaan debut ini tidak bertahan lama. Tidak lama setelah itu Conte mengalami cedera parah setelah berbenturan dengan rekan satu tim pada sebuah sesi latihan. Tulang kering pada kaki kanan Conte mengalami keretakan. Pada awalnya sempat dikhawatirkan karir Conte harus berakhir. Saat itu Conte sendiri mengakui bahwa butuh waktu yang panjang dan menyakitkan selama menjalani proses pemulihan. Tapi bukan Conte namanya jika mudah menyerah. Di tengah masa pemulihan ini Conte justru berhasil menyelesaikan program diploma di bidang ekonomi. Proses pemulihan cedera memakan waktu satu tahun lebih dan Conte baru bisa kembali merumput pada musim 1988/1989 dan turun di 19 pertandingan di Serie A. Musim berikutnya pada 1989/90 di bawah asuhan pelatih Carlo Mazzone dan bermodalkan permainan yang semakin berkembang, Conte menjelma menjadi idola di Lecce. Tidak hanya itu Conte juga mulai memperkuat Azzuri U-21 pada tahun 1990.
Pada November 1991 hidup Conte berubah. Giovanni Trapattoni pelatih Juventus saat itu secara khusus meminta agar Juventus mendatangkan Antonio Conte. Saat itu Conte baru berusia 22 tahun dan punya semua karakteristik yang diminta Il Trap sebagai seorangmediano yang masih muda, bertenaga kuda dan pantang menyerah. Yang merampungkan proses transfer Conte ke Juventus tidak lain adalah sang president Giampiero Boniperti. Karena sejak kecil Conte hanya hidup di kota Lecce, maka salah satu tantangan terbesar Juve adalah mendapatkan restu dari pihak keluarga Conte. Untuk itu Boniperti secara khusus menghubungi ibu Conte yang bernama Ada dan berbicara melalui telepon.
“Saya paham tidaklah mudah terpisah ribuan kilometer dengan anak anda. Tapi saya pastikan, di Juventus Conte akan menemukan keluarga baru yang akan membesarkannya dan membantunya melewati setiap masa sulit”  Boniperti
Mendengar kata-kata dari sang presiden, orang tua Conte pun memberikan restu agar Conte pindah ke Turin. Mimpi menjadi kenyataan bagi pemuda asal Lecce ini. Pertama kali tiba di Turin, seperti biasanya yang dilakukannya, Boniperti memamerkan trophy room Juventus kepada Conte. Awalnya Conte sempat ragu bisa bersinar di Juventus, apalagi di laga perdananya Conte membuat kesalahan fatal. Pada sebuah laga friendly Conte melakukan back pass tanggung hingga membahayakan gawang Juve. Akibat kesalahan ini Trapattoni sampai memberi sesi khusus tentang taktik dan teknik kepada Conte. Bukan Conte namanya jika menyerah, justru hal ini membuat Conte semakin baik dari hari ke hari. Total pada musim pertamanya Conte bermain dalam 14 pertandingan dan membawa Juventus finish di posisi kedua. Sekedar catatan, di musim inilah Conte bertemu dengan Angelo Alessio & Massimo Carrera yang saat ini kita ketahui sebagai tangan kanan Conte.
“Saya ingin menjadi seperti Beppe Furino dan Marco Tardelli”  Antonio Conte (saat pertama tiba di Turin)
Musim berikutnya (92/93) Juventus masih ditangani oleh Il Trap dan diperkuat oleh Gianluca Vialli dan Fabrizio Ravanelli. Musim inilah Conte meraih piala pertamanya yaitu UEFA Cup setelah mengalahkan Borussia Dotmund dengan agregat 6-1. Conte sendiri menjadi starter saat mengalahkan Dortmund 1-3 di kandang Dortmund. Conte menjelma menjadi mediano kepercayaan Trapattoni berkat tactical skill dari Conte. Tidak hanya dapat bermain sebagai midfielder, Conte juga mampu merebut possession di tengah, mengatur tempo serangan dan kerap mencetak gol-gol spektakular. Salah satu gol yang menobatkannya sebagai pilar Juve di era 90-an dan mencuri tempat khusus di setiap hati Juventino adalah saat Juventus menjamu Torino dalam laga derby. Conte sudah membawa Juve unggul di menit ke 9′ namun pada menit ke 28′ Torino berhasil menyamakan kedudukan hingga menit ke 81′. Ketika itu Conte berhasil mencetak gol kemenangan Juve dan merayakan gol ini di depan Curva Sud. Sejak saat itu nama Conte selalu special bagi setiap Juventini. Hanya dalam dua tahun karirnya bersama Bianconeri.
Gelar berikutnya yang disumbangkan Conte baru terjadi pada musim 94/95. Tidak tanggung-tanggung musim itu Conte membawa Juve memenangkan dua gelar yaitu Scudetto (setelah puasa 8 musim) dan Coppa Italia. Jika saja tidak kalah dari Parma di laga final UEFA Cup, musim 94/95 ini Juve sudah meraih treble. Wajar saja karena saat itu lini tengah Juve sangat kuat. Selain Conte ada pemain seperti Di Livio, Tacchinardi, Didier Deschamps & Paolo Sousa. Belum lagi saat itu Juve dilatih oleh Marcello Lippi. Ada hal menarik disini. Lippi saat itu kerap memainkan Conte sebagai mediano di sebelah kanan yang ternyata bukan posisi kegemaran Conte. Saat usai sebuah pertandingan, Conte diwawancarai oleh sekelompok wartawan dan headline yang muncul keesokan harinya adalah “Conte: Saya menang, tapi tidak menikmatinya”. Pagi harinya saat Conte tiba untuk sesi latihan, di pintu locker-nya tergantung sebuah kertas bertuliskan :
“Jika ingin bersenang-senang pergi ke taman”
Kontan Conte kaget, malu dan berjuang untuk bermain dengan lebih baik lagi. Juventus bukan tempat bersenang-senang, Juventus adalah tempat bekerja keras. Setelah beberapa lama baru diketahui bahwa yang menulis pesan ini adalah Angelo Di Livio. Sampai saat ini keduanya masih membahas masalah ini jika bertemu.
Yang mana Conte?
Raihan tertinggi Conte terjadi pada musim 95/96, di mana saat itu Juventus mengalahkan Ajax Amsterdam di laga final lewat adu penalti. Conte sendiri diturunkan sejak menit pertama dan harus ditarik keluar pada menit ke-44 setelah berbenturan dengan Edgar Davids. Cedera ini ternyata cukup serius dan memupuskan harapan Conte untuk membela skuad Azzurri di ajang EURO 1996. Cedera parah berikutnya yang dialami Conte adalah saat membela Italia menghadapi Georgia, 9 Oktober 1996. Conte mengalami cedera ACL pada lutut kirinya hingga tidak dapat terbang ke Tokyo dan bermain di laga Intercontinental Cup. Baru pada ajang EURO 2000 saat Italia berhadapan dengan Romania, Conte kembali mengalami cedera serius.
“Dalam karir saya beberapa kali mengalami cedera yang cukup serius. Penyebabnya adalah saya tidak pernah menarik kaki duluan kala berduel.” Antonio Conte
Selama 13 tahun bermain dengan seragam Juventus (1991-2004), Conte sudah memenangkan segalanya. 5 scudetti dan 10 gelar lainnya baik di level Italy maupun Eropa sudah disumbangkan oleh Conte. Bahkan pada tahun 1996 saat Vialli pindah, Marcello Lippi menunjuk Conte untuk memakai ban kapten Juventus. Total, Conte bermain sebanyak 419 pertandingan dan menyumbangkan 44 gol sebagai pemain Juventus.
Singkat kata Conte memenuhi janjinya untuk pensiun dengan mengenakan seragam Juventus pada akhir musim 2003/2004. Saat itu Conte baru berusia 35 tahun, usia yang tergolong masih muda dan berkesempatan untuk bermain di level yang lebih rendah. Conte trenyata punya rencana lain. Usai gantung sepatu Conte langsung menimba ilmu di University of Foggia dan berhasil mendapatkan gelar di bidang Science of Sport. Judul skripsi Conte saat itu adalah  “The Personality of a Coach”. Setelah menyelesaikan study nya, Conte memulai karir kepelatihan sebagai asisten Luigi Di Canio di musim 05/06 saat melatih Siena di Serie B. Saat memulai karir kepelatihannya, Conte membuat sebuah nazar :
“Saya mulai melatih dari nol dan ingin meraih puncak kejayaan. Menjadi pelatih Juventus adalah impian saya. Jika dalam tiga atau empat tahun saya tidak berhasil meraih level tertinggi maka saya akan berhenti (melatih)” Antonio Conte
Kita semua tentu tahu bagaimana nazar ini akhirnya dipenuhi Conte. Musim 2011/12, Conte menjadi pelatih Juventus dan langsung memenangkan scudetto ke 30.
Conte : Belajar dari guru yang tepat
“Saya beruntung pernah bermain dibawah arahan banyak pelatih hebat. Selain Capello, koleksi saya sudah lengkap: Lippi, Ancelotti, Zoff, Trapattoni, Sacchi, Mazzone & Fascetti. Saya mencuri sedikit ilmu dari mereka semua. Hubungan saya lebih dekat dengan Lippi karena saya menjadi bagian dari Juventus yang mengajarkan apa pentingnya untuk menang. Saat ini tugas saya sebagai pelatih adalah menularkan pemahaman ini kepada setiap pemain.” Antonio Conte
Bicara soal kemenangan, ini adalah sifat utama yang dimiliki Conte. Bisa dikatakan Conte benci kekalahan. Dalam kamus hidupnya tidak ada kata kalah. Pada November 2000, Juventus harus tersingkir di babak penyisihan Liga Champions. Usai pertandingan itu Conte marah dan mengatakan :
“Sebuah tim yang dinamakan Juventus tidak boleh mengalami ini. Tidak ada gunanya berpikir tentang masa lalu. Kami harus menatap masa depan. Kini kami perlu merubah mentalitas kami dan kembali makan dan minum tentang sepakbola. Saya kapten tim ini dan saya akan bertanggung jawab.” Antonio Conte
Sifat Conte yang satu ini tentu amat dikenal oleh keluarga Agnelli. Kita tentu masih ingat pada musim 2009/10 & 2010/11 Juventus harus finish di posisi ke tujuh dua musim berturut-turut. Sampai-sampai Pavel Nedved di akhir musim itu mengeluarkan sebuah pernyataan keras :
“Yang harus pertama kali disalahkan adalah pemain. Pemain baru belum mengerti apa artinya mengenakan seragam Juventus sementara pemain lama kehilangan gairah dan gagal menularkan semangat untuk menang kepada pemain baru” Pavel Nedved
Melihat kondisi tersebut, jelas Juve butuh seseorang yang mampu menularkan DNA kemenangan Juve kepada seluruh elemen team. Andrea Agnelli mengambil keputusan tepat dengan menunjuk Antonio Conte. Di atas kertas Conte memang minim pengalaman saat itu. Selama 6 tahun karir kepelatihannya Conte menjadi aisten pelatih Di Canio di Siena, menjadi pelatih Arezzo sebelum dipecat dan Arezzo harus degradasi ke Serie C1. Berikutnya Conte berhasil membawa Bari promosi ke Serie A lalu pindah dan dipecat di Atalanta. Yang terakhir adalah ketika ia membawa Siena promosi ke Serie A. Jika melihat catatan ini Conte tentu belum pantas menangani Juventus.
Tapi itu semua tidak mempengaruhi penilaian Andrea Agnelli yang lebih tertarik melihat sejarah panjang Conte dengan Juventus. Lihat saja pernyataan pertama Conte sebagai pelatih Juventus :
“Sejarah Juventus mengajarkan bahwa di sini anda harus menang. Itu saja.” Antonio Conte
Kelanjutan kisah Conte sudah kita ketahui bersama. Dari seorang bocah asal Lecce yang memperkuat tim amatir bernama Juventina, menjadi kapten sebuah tim sepakbola terbesar di dunia, hingga mempersembahkan scudetto ke-30 sebagai pelatih. Tidaklah heran apabila orang-orang anti-Juve di luar sana melakukan segalanya untuk menyingkirkan legenda kita yang satu ini. Pria yang menamakan puterinya Vittoria ini akan melakukan segalanya agar Juventus dapat meraih kemenangan demi kemenangan.
“Saya mengatakan ini dengan ketulusan dan kejujuran. Semua pencapaian saya dalam hidup, saya dapatkan dari hasil kerja keras dan komitmen. ” Antonio Conte
Antonio Conte hanya salah satu dari sekian banyak legenda yang membangun kebesaran Juventus. Satu diantara banyak kisah legendaris yang membuat Juventus bukan hanya sekedar sebuah tim sepakbola. Melainkan sebuah keluarga besar seperti kata Boniperti.
“Signora1897, We Bring You Juventus!”

David “Trezegol” Trezeguet – “When Trezeguet plays he always scores”

Nama David Trezeguet mulai dikenal sejak golden goalnya di Piala Eropa tahun 2000 menyingkirkan Italia di partai final. Tendangan first time Trezeguet dari dalam kotak penalti dengan kecepatan 81km/jam meninggalkan luka mendalam untuk warga Italia dan fans Azzurri, tapi (semoga) semuanya sudah dilupakan oleh fans Italia, setidaknya bagi fans Juventus. Karena setelah sempat menjadi public enemy Italia di Euro 2000, Trezeguet justru memutuskan berlabuh ke Turin bergabung bersama Juventus. Disinilah perjalanan salah seorang seorang 50 legends Juventus dimulai, David “Trezegol” Trezeguet.
“How many line-ups in these years have ended with the phrase:
‘Del Piero and Trezeguet. Trezeguet and Del Piero.” (Alessandro Del Piero)
From Enemy to A Legend
Trezeguet lahir 15 Oktober 1977, di Rouen, Prancis dan tumbuh besar di Buenos Aires, Argentina. Trezeguet sudah bermain Sepak Bola sudah dimulai sejak dia berusia 8 tahun bersama klub Argentina, Atletico Platense. Hal tersebut tidaklah mengherankan karena sang ayah, Jorge Trezeguet, merupakan mantan pemain Sepak Bola di Prancis. Dan tahun 1994 Trezeguet memulai debutnya bersama Atletico Platense di Primera Division. Setelah bermain sebanyak 5 pertandingan (1993-1995), akhirnya Trezeguet pindah ke Ligue 1 Prancis, AS Monaco (1995-1999) dan bersama AS Monaco Trezeguet bermain 93 pertandingan dan mencetak 56 gol (Ligue 1 84 pertandingan dan 52 gol dan di Liga Champions 9 pertandingan dan 4 gol). Di AS Monaco, Trezeguet berduet dengan rekan senegaranya, Thierry Henry. Dan Trezeguet sempat menghabiskan waktu 2 musim bersama dengan AS Monaco B dan lebih banyak duduk di bangku cadangan, selama 2 musim tersebut, Trezeguet hanya bermain sebanyak 9 kali pertandingan. Namun Trezeguet berhasil membuktikan ketajamannya sebagai striker kelas dunia dan berhasil menggantikan posisi bintang Brasil di AS Monaco saat itu, Sonny Anderson. Trezeguet membawa AS Monaco meraih 2 kali gelar juara Ligue 1 (1996/97 & 1999/00) serta Trophee des Champions (1997). Tahun 1998 Trezeguet juga mendapatkan penghargaan pemain muda terbaik Ligue 1. Tahun 1998 Trezeguet juga membuat sebuah rekor dengan menciptakan gol tercepat dalam sejarah Liga Champions, gol Trezeguet ke gawang Manchester United saat itu tercatat dengan kecepatan 157,3 km/jam! Dan gol Trezeguet membuat Manchester United tersingkir di perempat final Liga Champions 1997/1998 (AS Monaco menang agregat 0-0 dan 1-1). Dan akhirnya AS Monaco takluk melawan Juventus di semifinal saat itu (kalah 4-1 dan menang 3-2).
“I’ve been, like all Juventus supporters, very fond of David and his 171 goals in ten years. It’s been a real love affair.”
(Andrea Agnelli)
From Enemy to A Legend
Tahun 2000, setelah usai Piala Eropa 2000, Trezeguet bergabung dengan Juventus dengan biaya transfer £20 juta. Saat itu Trezeguet tercatat sebagai salah satu pemain muda yang diprediksi akan bersinar terang, apalagi Trezeguet bersama timnas Prancis baru saja menjadi juara Piala Eropa 2000 dan juara Piala Dunia 1998. Juga catatan golnya bersama AS Monaco sangat mengagumkan, dan terbukti pembelian Juventus tidak sia-sia. Walaupun kedatangannya ke Juventus sempat diprediksi akan menjadi public enemy fans Azzurri, akibat golden goalnya ke gawang timnas Italia di final Piala Eropa 2000, namun Trezeguet dalam waktu singkat menjadi salah satu penyerang yang paling berbahaya di Serie A bahkan Eropa saat itu. Dimusim pertamanya bersama Juventus, Trezeguet mencetak 14 gol dari 25 pertandingan. Musim 2001/02, Trezeguet menjadi capocannonieri (pencetak gol terbanyak) Serie A bersama dengan Dario Hubner (Piacenza) dengan koleksi 24 gol dari 34 pertandingan, sekaligus mengantarkan Juventus meraih scudetto ke 26 musim 2001/02. Dan dimusim 2002/03, Trezeguet kembali membawa Juventus meraih scudetto ke 27 dan berhasil menembus final Liga Champions setelah mengalahkan Real Madrid di semifinal. Trezeguet mencetak 8 gol dari 10 pertandingan di Liga Champions, sebelum akhirnya kalah dengan AC Milan di final Liga Champions (adu penalti 3-2). Bersama Juventus, Trezeguet mencetak 171 gol dari 320 pertandingan dan menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak Juventus nomor 4 sepanjang masa. Trezeguet dikenal sebagai striker yang sangat tajam depan gawang musuh, baik kepala, kaki kanan dan kirinya sama berbahayanya. Tidak jarang Trezeguet juga menciptakan gol-gol indah akrobatik yang luar biasa.
Trezeguet bersama duet mautnya, Del Piero juga menjadi penentu atas scudetto ke 26 Juventus musim 2001/02. Saat di giornata terakhir Juventus menang 2-0 di kandang Udinese, sementara disaat bersamaan Inter Milan dikalahkan Lazio 4-2 di Olimpico. Kenangan indah yang dikenal dengan 5 Maggio 2002 tersebut merupakan salah satu momentum terbaik Trezeguet bersama Juventus. Namun tidak semuanya selalu indah, saat adu penalti melawan AC Milan di final Liga Champions, Juventus kalah 3-2 dan Trezeguet adalah salah satu penendang yang gagal mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Dida.
They must remember what Juventus is. “I would take the players into the trophy room to give them a sense of this history.” (David Trezeguet)
Di Juventus, Trezeguet mempersembahkan 4 gelar scudetto (2001/02, 2002/03, 2004/05, 2005/06), 2 gelar Piala Super Italia (2002 dan 2003) dan scudetto Serie B (2006/07). Trezeguet juga meraih penghargaan individu seperti Serie A Footballer of the year 2002, Serie A Foreign Footballer of the year 2002, Serie A Top Goal Scorer 2001/02, FIFA 100 greatest living footballers. Trezeguet mendapatkan tempat di hati Juventini bukan karena semata-mata ketajamannya sebagai striker, tapi lebih dari itu, Trezeguet memiliki kesetiaan dan dedikasi yang luar biasa untuk Juventus. Saat kasus Farsopoli terjadi, Juventus menjadi korban dengan kerampokan 2 gelar scudetto (2004/05 & 2005/06) serta hukuman degradasi “paksa” ke Serie B di musim 2006/07. Mulai dari pelatih (Capello) sampai dengan sejumlah pemain berlabel bintang memaksa dan terpaksa angkat kaki dari Turin. Namun dari sekian banyak pemain berlebel bintang yang angkat kaki, Juventini mengenang ada 5 pahlawan yang tetap tinggal di Juventus walaupun harus turun kasta ke Serie B.
Setia bersama Juventus sampai di Serie B
Kelima pemain tersebut adalah Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, Alessandro Del Piero, Mauro Camoranesi dan David Trezeguet. Untuk Trezeguet sendiri selama di Serie B bermain sebanyak 31 pertandingan dan mencetak 15 gol. Hanya butuh waktu semusim saja di Serie B, Juventus meraih scudetto Serie B dan langsung kembali promosi ke Serie A. Sayangnya penampilan Trezeguet mulai menurun karena faktor usia dan cedera yang berkepanjangan. Di musim 2007/08 Trezeguet masih mampu bermain di 36 pertandingan dan mencetak 20 gol, namun mulai musim 2008/09 penampilan Trezeguet menurun drastis, hanya bermain 8 pertandingan Serie A, 4 pertandingan Liga Champions dan hanya mencetak 1 gol. Dan musim 2009/10, Trezeguet bermain di 19 pertandingan Serie A dan mencetak 7 gol, 4 pertandingan Liga Champions dan mencetak 1 gol serta 4 pertandingan Liga Europa dan mencetak 2 gol. Dan musim 2010/11, Trezeguet hanya sempat bermain untuk Juventus di kualifikasi Liga Europa sebelum kontraknya diputus Juventus dan akhirnya pindah ke klub La Liga Spanyol, Hercules. Sebenarnya Trezeguet memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Napoli sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Hercules. Jelas Trezeguet tertarik dengan tawaran Napoli, yang memiliki proyek yang jelas dan serius, namun semuanya mentah karena cinta Trezeguet kepada Juventus dan fans terlalu besar.
Trezeguet & Beatrice (Aaron + Noraan)
“I had this opportunity. I was interested to get to know an important place with a clear and serious project. I said no to Napoli out of respect for the Juventus fans with whom I have a special relationship. I have not been able to say goodbye to them well. I will do it one day in the future. I will also say hi to my former teammates and Andrea Agnelli with whom I also have a great relationship.”
(David Trezeguet – Il Sussidario)
Hercules merupakan tim yang baru promosi pertama kalinya ke La Liga di musim 2010/11. Alasan Trezeguet memilih Hercules karena Hercules merupakan klub yang berasal dari Alicante, kampung halaman istrinya, Beatrice. Trezeguet dikontrak dengan durasi 2 tahun. Bermain di 31 pertandingan dan mencetak 12 gol sebenarnya cukup bagus untuk Trezeguet, tapi sayangnya hal tersebut tidak bisa membantu Hercules terhindar dari zona degradasi.
Dari Hercules, Trezeguet mencoba peruntungannya bermain Sepak Bola di Uni Emirat Arab, Bani Yas Sports Club. Trezeguet dikontrak selama 1 tahun, namun sayangnya perjalanan karir Sepak Bola Trezeguet bersama Bani Yas tidak berjalan mulus. Trezeguet melewatkan sebagian besar waktunya dengan cedera otot, Trezeguet hanya tampil saat pertandingan pembuka musim dan pertandingan Piala Etisalat. Dengan berjiwa besar Trezeguet tidak keberatan jika kontraknya diputus karena faktor cedera yang membuatnya absen hampir seluruh musim. Tindakan gentle Trezeguet tersebut mendapatkan acungan jempol dari pelatih Bani Yas, Salem al-Orfi. Pelatih sementara Bani Yas ini memuji kejujuran Trezeguet, menurutnya, Trezeguet bisa saja tutup mulut dan terus mengumpulkan gaji buta meski tidak bisa bermain. Namun Trezeguet tidak mau melakukan hal tersebut dan bertindak dengan profesional dan sportivitas dengan memutuskan kontraknya dengan Bani Yas.
Setelah sembuh dari cedera ototnya, tanggal 19 Desember 2011, Trezeguet resmi bergabung dengan klub Argentina, River Plate, dengan kontrak berdurasi 3 tahun. Trezeguet semasa kanak-kanak adalah fans dari River Plate. Tampaknya Trezeguet berjodoh dengan River Plate, 19 Januari 2012, Trezeguet mencetak gol dalam penampilan pertamanya dalam pertandingan persahabatan melawan Racing Club de Avellaneda. Jodoh Trezeguet dengan River Plate semakin terlihat setelah Trezeguet berhasil membawa River Plate kembali ke kasta tertinggi Sepak Bola Liga Argentina, Primera Division Liga Argentina. Sebelumnya River Plate hanya bermain di Nacional B atau divisi II pada 2011. Di musim perdananya bersama River Plate,Trezeguet mencetak 13 gol dari 18 pertandingan yang dimainkannya. Dan kerja keras Trezeguet terbayar dengan ditunjuknya dirinya menjadi kapten River Plate. Matias Almeyda menilai bahwa Trezeguet adalah figur yang tepat untuk menjadi kapten, memiliki karakter yang kuat dan bertanggung jawab terhadap tim. Semula Trezeguet memakai jersey nomor keramatnya, yaitu 17, namun Trezeguet sekarang tidak lagi memakai jersey nomor 17 lagi, melainkan jersey nomor 7.
Penilaian Almeyda memang tidak salah terhadap Trezeguet, sebelumnya Trezeguet sudah membuktikan semuanya bersama dengan Juventus selama 10 tahun. Itulah yang membuatnya menjadi salah satu dari 50 legenda Juventus. Selamat berjuang untuk Trezeguet, yang tidak pernah akan kami, Juventini, lupakan jasa dan pengabdianmu untuk Juventus. Sampai dengan detik ini, chant nyanyian untuk Trezeguet tetap terdengar disetiap pertandingan yang Juventus mainkan, nyanyian yang berbunyi “When Trezeguet plays he always scores” tidak akan pernah hilang sampai kapan pun juga selama Juventus masih ada.  Juventus akan selalu menjadi bagian dari sejarahmu, dan anda sudah menjadi salah satu bagian dari legenda Juventus.Grazie Trezegol!
David “Trezegol” Trezeguet
————————————————————————————————————
10 Hal menarik tentang David “Trezegol” Trezeguet
  1. Trezeguet menolak Napoli karena terlalu mencintai Juventus dan fans. Dan akhirnya memilih Hercules, klub yang baru pertama kali promosi ke La Liga Spanyol. Mengapa harus Hercules? Padahal saat itu ada beberapa klub Ligue 1 Prancis dan Liga Inggris, seperti Nice dan Liverpool yang menginginkan Trezeguet. Rupanya karena cinta juga alasan Trezeguet memilih Hercules. Istri Trezeguet yang bernama Beatrice berasal dari Spanyol, Alicante, yang ternyata itu merupakan tempat darimana Hercules berasal. Semua karena cinta…
    Trezeguet and Beatrice
  2. Trezeguet sangat marah dan kecewa saat Raymon Domenech (pelatih Prancis) tidak membawanya ke Piala Eropa 2008, padahal saat itu performa Trezeguet sedang on fire, dengan 20 gol di Serie A bersama Juventus tentu aneh jika Trezeguet dicoret dari skuad timnas Prancis. Begitu kecewanya sampai akhirnya Trezeguet memutuskan untuk gantung sepatu dari timnas Prancis pada 9 Juli 2008. Perlu diingat kembali, bahwa Trezeguet adalah striker yang memberi gelar Piala Dunia 1998 dan Eropa 2000 kepada Prancis. Mencetak 34 gol dalam 71 pertandingan internasional, dan merupakan top scorer ketiga setelah di belakang Thierry Henry dan Michael Platini. Sebenarnya apa alasan Domenech mencoret Trezeguet dari skuadnya? Ternyata Domenech sangat percaya terhadap hal-hal berbau mistik, terungkap bahwa dia memilih pemain yang dibawanya berdasarkan zodiak pemain tersebut, dan Domenech meyakini bahwa zodiak Trezeguet membawa kesialan untuk skuadnya jika diikutsertakan.
  3. Jorge Trezeguet, ayah Trezeguet adalah mantan pemain Sepak Bola di Prancis tahun 1977, dan sempat menjadi agent Trezeguet, sebelum akhirnya Trezeguet memilih Antonio Caliendo sebagai agentnya. Caliendo juga pernah menjadi agent dari beberapa pemain seperti Areil Ortega, Alen Boksic, Aldair, dll.
    Trezeguet and family
  4. Setiap kali mencetak gol untuk Juventus, mata dan senyuman Trezeguet selalu terarah kepada ibunya, Beatriz, yang selalu setia mendukung anak tercintanya di hall penonton.
  5. Trezeguet memiliki akun twitter dengan nama @Trezegoldavid dan sudah dikonfirmasi oleh akun resmi River Plate (@carpoficial) bahwa akun tersebut resmi milik Trezeguet.
  6. Trezeguet menjadi pahlawan Prancis saat menjadi juara Piala Eropa 2000 lewat golden goalnya ke gawang Italia namun di Piala Dunia 2006, Trezeguet menjadi satu-satunya pemain Prancis yang gagal mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Italia.
  7. Trezeguet dan Thierry Henry adalah sahabat karib. Keduanya sempat bermain bersama di AS Monaco dan timnas Prancis. Bahkan Trezeguet memanggil Henry dengan sebutan “Big Brother” dan persahabatan keduanya tertular juga kepada istri mereka. Keduanya masih menjadi sahabat karib sampai dengan saat ini
  8. Klub Sepak Bola asal Malaysia, Johor FA, pernah berniat merekrut David Trezeguet sebelum pemain ini bergabung dengan River Plate. Hal tersebut disampaikan Tunku Ismail Sultan Ibrahim, Presiden Johor FA kepada media The Star. Selain Trezeguet, ada beberapa nama pemain top yang menjadi incaran Johor FA, antara lain Michael Owen, Elano, Pablo Aimar dan Juan Roman Riquelme. Bahkan Johor FA sudah mengajukan tawaran resmi untuk mendapatkan Riquelme namun akhirnya batal karena gaji yang diminta Riquelme terlalu tinggi, USD 317,00 atau sekitar 2,9 miliar per bulan. Sebelumnya Johor FA sukses mendatangkan Gabriel Batistuta sebagai penasehat klub tersebut.
  9. Trezeguet menjadi bintang iklan beberapa produk terkemuka, salah satunya produsen olahraga Adidas.
    David Trezeguet
  10. 19 Mei 2007, Juventus meraih promosi ke Serie A setelah menang 5-1 atas Arezzo dan gol kelima Juventus dicetak oleh Trezeguet. Di giornata terakhir Serie B musim 2006/07, setelah mencetak gol di akhir pertandingan melawan Spezia, Trezeguet memberi isyarat ke arah presiden klub, membuat nomor 15 dengan jarinya, yang menandakan jumlah gol dicetaknya sepanjang musim Serie B bersama Juventus, yang kemudian diikuti oleh isyarat tangan yang, di Italia , berarti “aku keluar dari sini.” Namun Juventus tampaknya cukup peka dengan isyarat tersebut, tanggal 25 Juni 2007, Juventus memberikan Trezeguet kontrak baru sampai 2011. Kepada media Prancis, L’Equipe, Trezeguet mengatakan bahwa dirinya menolak ketertarikan dari Manchester United, Liverpool dan Barcelona, dan lebih memilih bertahan bersama Juventus.
————————————————————————————————————

Minggu, 18 Mei 2014

TERSUSUN DARI APA SAJA DOSIS RADIASI ANDA ?

Untuk dapat mengaitkan dengan paparan radiasi sehari-hari, kita harus tahu sumber-sumber radiasi mana yang tidak begitu berarti sehingga dapat diabaikan dan mana yang berarti sehingga kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya

Radiasi ionisasi terus menerus mengalir masuk ke tubuh kita. Sebagian berasal dari alam. Bahkan Adam dan Hawa pun terpapari radiasi. Juga semua binatang purba. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan ulah manusia. Sekarang ini sebagian dari dosis radiasi tahunan diakibatkan oleh kegiatan manusia. Lebih-lebih, sebagian dari dosis tersebut diterima dengan sengaja, yaitu karena pengobatan medik dengan radiasi atau karena pekerjaan yang berhubungan dengan radiasi, sementara sebagian lagi didapatkan dengan tidak sengaja, yaitu dari ledakan nuklir dan kecelakaan-kecelakaan yang melepaskan debu radioaktif ke lingkungan.
Untuk dapat mengaitkan dengan paparan radiasi sehari-hari kita harus tahu sumber-sumber mana yang tidak begitu berarti sehingga dapat diabaikan dan mana yang berarti sehingga kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya
Ketika kita membicarakan tentang radiasi yang memapari masyarakat umum, hal pertama yang hinggap di pikiran kita adalah tenaga nuklir, debu radioaktif dari Chernobyl dan ujicoba senjata nuklir, radiasi sinar-X, radiasi latar belakang dan radon. Sampai pada tingkat tertentu semua ini penting tetapi urutan peringkatnya tentu kebalikan dari urutan di atas.
Gas radon radioaktif di dalam rumah menyebabkan kita menerima dosis rata-rata lebih tinggi daripada gabungan sumber-sumber radiasi lainnya. Yang kedua menurut urutan pentingnya adalah radiasi latar belakang normal dan yang ketiga adalah penggunaan radiasi secara medik. Sisa sumber radiasi dapat diabaikan jika dibandingkan dengan ketiganya. Dosis tambahan akibat debu radioaktif adalah paling rendah dan pengaruh dari pembangkit tenaga nuklir bahkan tidak dapat diukur.
Industri dan pembangkit listrik tenaga fosil (batubara, gambut, minyak, gas alam) melepaskan sejumlah kecil radioaktivitas ke lingkungan. Misalnya, batubara mengandung sejumlah zat radioaktif seperti uranium, radium, thorium, dan polonium yang dilepaskan ke lingkungan bersama-sama dengan gas buangan. Zat yang sama juga ditemukan dalam minyak dan gambut walaupun jumlahnya lebih kecil. Dan bila gas alam dipompakan ke luar dari bumi, gas tersebut mengadung radon radioaktif yang juga lepas ke udara.
Karena radon di dalam rumah merupakan sumber radiasi yang paling penting bagi umat manusia, kita akan membicarakannya lebih rinci. Radon dalam rumah merupakan masalah, khususnya di negara-negara yang rumah-rumahnya perlu pemanasan serta musim dinginnya berlangsung lama dan sangat dingin. Ketika harga energi pemanas naik tajam pada tahun 1970-an, rumah-rumah baru dibangun lebih tertutup rapat daripada sebelumnya. Rumah-rumah disekat rapat dan jendela-jendela yang bahkan tidak dapat dibuka dilapisi dengan tiga lapis kaca. Dengan cara ini udara yang telah dipanasi tidak dapat keluar. Biaya energi dapat dihemat.
Pada saat itu, gas radon yang keluar dari tanah juga terperangkap. Radon bukan merupakan suatu masalah dalam rumah-rumah tua yang memiliki ruang sempit di bawah lantai. Dari bawah lantai ini radon akan keluar ke udara terbuka dan dengan cepat berbaur serta konsentrasinya tidak pernah mencapai ketinggian yang membahayakan.
Di dalam rumah, konsentrasi radon dengan mudah dapat meningkatkan sampai ratusan bahkan ribuan becquerel per meter kubik. Ada rumah-rumah yang konsentrasinya puluhan ribu Bq per meter kubik udara (lihat Bab III). Konsentrasi tertinggi umumnya ditemukan di daerah-daerah yang tanahnya memiliki uranium di atas rata-rata, dan mengandung batu kerikil dan pasir sehingga gas mudah lewat. Nilai konsentrasi tertinggi sudah tentu ada pada ruang bawah tanah dan lantai dasar.
Di banyak negara kita dapat meminta sebuah alat ukur radon dari pejabat proteksi radiasi, atau kantor pekerjaan umum setempat, atau pejabat kesehatan. Metode yang paling umum dan murah adalah dengan memasang dosimeter radon di dalam rumah selama satu atau dua bulan. Setelah periode pengukukar, dosimeter dikembalikan ke lembaga yang menyediakan pelayanan pengukuran, dan mereka akan memeriksa hasilnya. Ada juga alat pengukur berharga mahal yang dapat mengetahui konsentrasi gas radon dalam sekejap.
Jika kita ingin mengetahui konsentrasi radon dalam rumah, maka disarankan untuk melakukan pengukuran pada musim dingin, ketika nilai konsentrasinya berada pada tingkat tertinggi. Di musum dingin, tanah di sekeliling rumah membeku kecuali tanah yang berada di bawah rumah, dan gas radon akan menuju ke arah rumah. Selain itu, udara hangat dalam rumah akan naik ke udara dan akibatnya menghisap udara dibawahnya. Oleh karena itu dapat diasumsikan bahwa rata-rata konsentrasi radon secara tahunan adalah lebih rendah dari pada nilai konsentrasi yang diukur pada waktu musim dingin.
Rumah tua tidak perlu direnovasi besar-besaran bila konsentrasi radonnya kurang dari 400 Bq per meter kubik. Pengurangan nilai radon seringkali masih mudah dilakukan dengan cara sederhana, misalnya dengan menutup rapat lubang di bawah rongga tempat pipa masuk dan rongga antara dinding dan lantai. Jika konsentrasi radon masih terlalu tinggi kita terpaksa melakukan pekerjaan yang lebih mahal, misalnya membuat perangkap radon disamping pondasi rumah. Dengan cara ini gas radon dihisap keluar dengan tekanan negatif.
Contoh-contoh di atas hanyalah beberapa petunjuk dan pedoman tentang jenis tindakan apa yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bila konsentrasi radon dalam rumahnya sudah terlalu tinggi. Kadang-kadang ventilasi mekanis sangat berarti untuk memperbaiki keadaan. Jika anda perlu melakukan tindakan terhadap radon yang terlalu tinggi di dalam rumah, pihak berwenang dapat memberikan petunjuk yang lebih rinci dan pemecahan teknis sesuai dengan keinginan anda.

Antonio Conte, Bertahan atau Pergi?

Signora1897-ers, dengan hasil-hasil di giornata ke-37 hari Sabtu dan Minggu kemarin, Serie A memastikan beberapa hal:
  1. Posisi lima besar sudah tidak akan berubah yaitu:
    1. Juventus
    2. Roma
    3. Napoli
    4. Fiorentina
    5. inter milan
  2. Sehingga dipastikan bahwa wakil Italia ke UEFA Champions League (UCL) musim depan adalah Juventus dan Roma, yang langsung masuk ke fase grup, dan Napoli, yang harus bermain satu babak lebih awal di babak kualifikasi.
  3. Dua dari tiga wakil Italia ke UEFA Europa League (UEL) adalah Fiorentina (fase grup) dan intermilan (babak kualifikasi). Satu tempat lagi akan diperebutkan oleh Torino, Parma, Milan dan Verona.
  4. Tiga tim yang terdegradasi juga sudah ditentukan, yaitu Catania, Bologna dan Livorno.
Ciro+Immobile+Torino+FC+v+AC+Chievo+Verona+0kiDHtbeJXGlDengan satu pertandingan tersisa, berikut adalah daftar capocannonieri (pencetak gol terbanyak):
  • 22: Ciro Immobile (Torino)
  • 20: Luca Toni (Verona)
  • 19: Carlos Tevez (Juventus)
  • 17: Gonzalo Higuain (Napoli), Rodrigo Palacio (inter milan)
  • 16: Domenico Berardi (Sassuolo)
Pemain-pemain Juve lainnya:
  • 15: Fernando Llorente
  • 11: Arturo Vidal
  • 7: Paul Pogba
  • 4: Andrea Pirlo
  • 3: Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio
  • 2: Kwadwo Asamoah, Leonardo Bonucci, Stephan Lichtsteiner, Sebastian Giovinco, Mirko Vucinic
  • 1: Federico Peluso, Simone Padoin, Fabio Quagliarella, Dani Osvaldo
roma-genoa-4-0-totti-gervinhoSedangkan daftar pencetak assist terbanyak adalah:
  • 10: Francesco Totti (Roma), Gervinho (Roma)
  • 9: Alessio Cerci (Torino), Borja Valero (Fiorentina)
  • 8: Lichtsteiner (Juventus), Ricardo Alvarez (inter milan), Romulo (Verona)
  • 7: Pogba (Juventus), Tevez (Juventus), Alessandro Florenzi (Roma), Higuain (Napoli), Luca Cigarini (Atalanta), Toni (Verona), Omar El Kaddouri (Torino), Palacio (inter milan)
Sedangkan dari Juve:
  • 6: Pirlo
  • 5: Vidal
  • 4: Llorente
  • 3: Asamoah, Bonucci, Chiellini
  • 2: Mauricio Isla
  • 1: Giovinco, Marchisio, Peluso, Osvaldo
***
Dengan tidak banyaknya hal-hal yang dapat berubah lagi, media-media Italia mulai gencar memberitakan mercato musim panas yang baru akan resmi bergulir tanggal 1 Juli 2014 nanti.
Salah satu yang paling hangat dibicarakan adalah Ciro Immobile, striker Torino kepemilikan bersama dengan Juve yang kemungkinan besar akan menjadi capocannoniere musim 2013/14 ini. Borussia Dortmund, runners-up Bundesliga yang kehilangan striker no.9-nya Robert Lewandowski ke Bayern, telah datang dan berbicara langsung dengan Juve, sebagai pemegang hak utama, untuk meminang Immobile. Diberitakan tim Jerman tersebut telah menawarkan 15-18m kepada Juve (yang tentu harus dibagi dua dengan Torino).
Torino sendiri, melalui presidennya Urbano Cairo, mengatakan tidak ada pihak Dortmund maupun Juve yang menghubunginya dan menyatakan menolak penawaran Dortmund tersebut. Tentu ini adalah taktik untuk menaikkan harga, apalagi Atletico Madrid juga diberitakan sangat tertarik dengan striker kelahiran Napoli tersebut.
Sama seperti Dortmund, Juve juga ingin cepat-cepat menemukan kata sepakat mengingat pendapatan ini, yang katanya akan dilakukan sekali bayar tanpa cicil, dapat digunakan untuk mendatangkan Alexis Sanchez dari Barcelona, yang katanya ngebet mendatangkan Juan Cuadrado dari Fiorentina. Sanchez sendiri adalah salah satu pemain pertama yang diinginkan pelatih Antonio Conte saat menjadi pelatih baru Juve di awal musim 2011/12 jadi bisa dipastikan, kedatangannya tentu akan membuat sang pelatih semakin mantap bertahan di Juve.
Antonio-Conte_2185970bMemang, dengan sisa masa kontrak satu tahun lagi, Conte sudah membeberkan kepada media bahwa dia telah mengatakan kepada presiden Andrea Agnelli dan direktur utama Beppe Marotta apa yang dia inginkan (baik kepentingan pribadi maupun arah tim) untuk musim depan dan mereka akan duduk membicarakan hal ini dengan kepala dingin dalam waktu beberapa hari ke depan ini. Apabila tidak menemukan kata sepakat, Conte berharap mereka dapat berpisah baik-baik dengan mempertahankan rasa saling hormat.
Sungguh kata-kata yang mengejutkan Juventini di seluruh dunia. Dengan ini, Conte telah memberikan isyarat yang jelas bahwa ada kemungkinan yang cukup besar bagi dirinya untuk meninggalkan Juve.
(Walau begitu, tidak banyak tim yang dapat menjadi pilihan Conte. ManUtd sekarang sudah dekat sekali dengan Louis van Gaal, Chelsea-Mourinho baru membangun tim setahun, demikian pula dengan MCFC-Manuel Pellegrini dan Real Madrid-Carlo Ancelotti. Brendan Rogers baru membawa Liverpool ke posisi kedua EPL dan sepertinya aman. Bayern-Pep Guardiola juga baru mulai dan Juergen Klopp tidak mau meninggalkan Dortmund. Laurent Blanc juga baru memperpanjang kontrak di P$G. Tim-tim yang berpontensi mungkin hanya Arsenal (kalau mereka akhirnya bosan dengan Arsene Wenger dan stabil di posisi keempat tiap tahun), Barcelona dan Monaco (tim kaya baru), dimana Barcelona memiliki visi permainan yang berbeda dengan Conte.)
Satu hal yang sangat menarik adalah Conte mengatakan bahwa setiap tim memiliki masa (cycle) dan dia sudah tidak dapat meningkatkan kinerja TIM YANG SEKARANG INI. Dengan kata lain, dia merasa tim ini telah mencapai puncaknya dan harus memulai cycle baru untuk dapat mempertahankan hunger (lapar kemenangan) dan menjaga dan meningkatkan performa tim. Para media bahkan berspekulasi bahwa Conte menginginkan 10 pemain baru yang memerlukan dana lebih dari 100m!
Terus terang, penulis sependapat dengan Conte. Coba lihat inter milan. Mereka berleha-leha setelah meraih treble di tahun 2010 dan hanya berselang dua tahun kemudian, jatuh terpuruk baik dalam segi prestasi di atas lapangan maupun lubang hutang yang dalam. Kegagalan dalam memulai cycle yang baru menjadi salah satu sebab yang utama. Demikian pula dengan Milan. Mereka memang masih bisa meraih scudetto di musim 2010/11 tetapi lihat sekarang, terlempar dari lima besar walau menjadi klub pembayar gaji tertinggi di Italia. Posisi pelatih pun tidak pernah stabil, dimana mereka telah memecat Max Allegri dan tidak lama lagi, Clarence Seedorf.
Berkaca dari inter milan dan Milan, penulis sangat berharap Conte tetap bertahan di Juve dan mempertahankan satu faktor kestabilan yang telah terbukti sukses. Pergantian pelatih akan sangat mengganggu hal ini dan boro-boro meningkatkan prestasi di UCL, gelar scudetto musim depan bahkan dapat lepas ke tangan Roma yang memiliki tim lebih muda (sehingga lebih berenerji) dan lebih lapar.
Walau begitu, penulis yakin Conte tidak akan meminta 10 pemain baru hanya dalam satu mercato. Secara logika, dan melihat kekuatan finansial Juve, hal ini dapat dilakukan dalam dua hingga tiga mercato musim panas sehingga mudah-mudahan Conte dan Agnelli-Marotta dapat menemukan kata sepakat dan menuju masa depan Juve yang lebih cerah lagi.
Antonio-Conte
IERI… OGGI… DOMANI… SEMPRE JUVE!!!

The Year of The Apache!

It’s official! Carlos Tevez terpilih menjadi MVP atau pemain terbaik musim 2013/14 versi Premium Members Juventus. Dengan 21 gol di semua kompetisi, Tevez menjadi pemain Juventus dengan jumlah gol terbanyak musim ini. Rinciannya: 19 gol di Serie A, 1 gol di Supercoppa Italia dan 1 gol di Europa League.
Sejak kedatangannya di Juventus, Tevez langsung diberi beban berat. Ia, bersama Fernando Llorente, akan menjadi bomber utama Juventus dan meningkatkan daya gedor lini depan yang tidak terlalu baik selama 2 musim lamanya. Bukan itu saja, ia diserahi tugas menggunakan nomor punggung 10, nomor keramat yang pernah dikenakan legenda-legenda terbaik Juventus.
Akan tetapi itu semua dijawabnya dengan musim perdana yang menawan. Bukan hanya gelontoran gol-golnya yang dimulai di debutnya bersama Juventus, tetapi juga permainan yang seakan merepresentasikan semangat juang Juventus. Image bad boy Tevez di liga Inggris seakan luntur dengan kiprahnya di Juve musim ini. Kerap turun jauh ke belakang untuk mengambil bola dan membantu pertahanan, peran Tevez bukan sekedar pencetak gol tapi juga menjadi salah satu pemimpin dan contoh di lapangan.
Tevez juga tercatat memberikan 8 assist kepada rekan-rekan setimnya. Ia bermain sebanyak 3,619 menit dalam 47 pertandingan. Dalam 9 pertandingan, gol-gol Tevez menjadi pembuka kemenangan Juve atau menghindarkan Juve dari kekalahan. Ia juga menjadi pemain yang mendapatkan penghargaan player of the month yaitu sebanyak tiga kali pada bulan September, Oktober dan Februari. Berikut adalah 21 gol Tevez untuk Juventus musim ini:
Pada hari Minggu esok, sebelum pertandingan melawan Cagliari, Tevez akan secara resmi dianugerahi penghargaan pemain terbaik oleh perwakilan Juventus Premium Member. Grande Carlitos!
Turin’s Scudetto Celebration
Bila pemberian penghargaan pemain terbaik Tevez akan dilakukan sebelum pertandingan Juventus – Cagliari, maka perayaan gelar scudetto tentunya akan dilakukan setelah pertandingan. Setelah pertandingan selesai, Lega akan memberikan trofi Scudetto kepada Juventus di depan para pendukungnya di Juventus Stadium.
Kemudian perayaan di stadion dan ruang ganti akan berlanjut ke jalan-jalan kota Turin. Tim akan melakukan parade selebrasi menyusuri jalan-jalan utama kota dengan bis dengan atap terbuka. Menurut website Juventus, perayaan akan dimulai di Piazza Castello, menyusui Via Po dan pada akhirnya tiba di tujuan terakhirnya, Piazza Vittorio Beneto. Perayaan ini akan tambah spesial karena mereka akan mengusung bukan hanya trofi Scudetto musim ini, tetapi juga trofi-trofi Scudetto dari dua musim sebelumnya.
Untuk Signora1897-ers dan Juventini di seluruh penjuru dunia, jangan khawatir anda akan tertinggal dari perayaan ini, karena perayaan ini akan disiarkan langsung melalui live streaming di Juventus.com dan melalui livetweet di profil-profil twitter milik Juventus.
Preparations Against Cagliari
Sementara itu dalam rangka persiapan menghadapi pertandingan terakhir melawan Cagliari, Juventus menghadapi klub Lega Pro Prima, Vicenza dalam sebuah partai persahabatan di Vinovo. Sebelumnya, tadi pagi waktu setempat menjalani latihan pertama mereka setelah tiga hari libur. Andrea Agnelli dan Pavel Nedved juga hadir di Vinovo untuk menyaksikan latihan dan persahabatan ini. Juventus berhasil menang 5-0 dengan gol-gol dicetak oleh penalti Tevez dan chip indah Claudio Marchisio melewati kiper lawan di babak pertama, serta gol-gol cantik Pablo Osvaldo (2) dan Fabio Quagliarella.
Antonio Conte menurunkan hampir dua tim yang berbeda di tiap babak. Hanya Martin Caceres dan Angelo Ogbonna yang memulai kedua babak.
Tim babak pertama: Buffon; Caceres, Bonucci, Ogbonna; Lichtsteiner, Pogba, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Tevez, Llorente
Tim babak kedua: Rubinho; Caceres, Ogbonna, Chiellini; Isla, Pepe, Padoin, Sakor, Peluso; Quagliarella, Osvaldo.
Persiapan Juventus akan dilanjutkan besok pagi waktu setempat.
Juventus yang akhir pekan lalu memecahkan rekor poin tertinggi Serie A, akan mencoba mencapai atau bahkan melampaui rekor 100 poin. Dengan 99 poin yang mereka miliki saat ini, Juventus hanya butuh seri melawan Cagliari untuk mencapai 100 poin, tetapi Juventus juga mengincar rekor lain yaitu selalu menang dalam pertandingan kandang di Serie A musim ini.
Ini akan menjadi kali ketiga Juventus bertemu Cagliari di pekan-pekan terakhir musim. Dua musim lalu, Juve mengalahkan mereka pada giornata 37 dengan skor 2-0 di Trieste dan memastikan gelar scudetto. Musim lalu, Cagliari berhasil menahan sang tamu di Juventus Stadium dengan skor 1-1 di giornata terakhir Serie A.
Sevilla Wins At Juventus Stadium
Final Europa League digelar tadi malam di Juventus Stadium. Sevilla akhirnya menjadi kampiun Europa League setelah mengalahkan Benfica melalui adu penalti. Kedudukan 0-0 bertahan hingga 120 menit, dan Sevilla akhirnya unggul 4-2 melalui adu penalti. Congratulations, Sevilla!
Salah satu pria yang hadir di Juventus Stadium tadi malam adalah pelatih Juventus, Antonio Conte. Di sisi kiri Conte, tampak Elisabetta sang istri dan pelatih Fiorentina, Vincenzo Montella. Yang cukup mengejutkan adalah kehadiran eks-pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson yang duduk di sebelah kanan Conte. Keduanya tertangkap kamera berbincang dalam beberapa kesempatan. Apa yang dibicarakan mereka berdua? Tidak ada yang tahu.